Selasa 03 April 2007

PETANI TUA

Seorang petani tua terbaring lemah karena menderita sakit keras,ia memiliki 3 orang anak yang sangat ia sayangi, tetapi mereka sangat pemalas.

Menjelang akhir hidupnya petani itu berharap anak anaknya mau bekerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan hidup mereka kelak.

Maka ia berkata pada anak anaknya bahwa di ladang tersembunyi harta karun dalam jumlah yang sangat besar, tetapi ia lupa di mana letaknya.

Kabar itu membuat hati anak anaknya senang,setelah ayahnya meninggal ,mereka segera mencari harta karun itu dengan cara menggali ladang ladang peninggalan ayahnya. Dengan hati hati anak anak itu menggali dari petak satu ke petak yang lainnya, ternyata mereka tidak menemukan harta karun yang mereka cari hingga membuat mereka merasa kecewa.

Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan yang terbaik,di atas tanah yang sudah dicangkul itu di tebarkan biji biji jagung,mereka menyiraminya dengan rajin,hasilnya sungguh mengejutkan,jagung jagung itu tumbuh dengan subur hingga mendatangkan hasil panen yang melimpah.

Akhirnya mereka dapat memahami makna yang sebenarnya dari kata kata terakhir yang di ucapkan sang ayah,mereka bahagia karena dapat menemukan harta karun yang tersembunyi itu,harta itu bukan berupa emas,melainkan hasil panen yang sangat melimpah yang merupakan buah dari hasil kerja keras mereka.

 

 

Posted by mbul at 13:29:21 | Permanent Link | Comments (0) |

Kamis 22 Maret 2007

Meong...............

Sejarah dan mitologi

Tak seorang pun tahu kapan kucing ini mulai bercokol di bumi. Tapi, peneliti dunia masa silam percaya, nenek moyang kucing adalah Miacis. Binatang liar yang sosoknya mirip musang yang hidup pada masa Eocene, kira-kira 50.000.000 tahun silam. Selain itu Kucing pernah dilindungi oleh Undang-Undang. Pada tahun 1.800-an ditemukan suatu kuburan atau tepatnya "situs" berisikan 300.000 mumi kucing dimana semuanya masih utuh menandakan dahulu kucing memang suatu hewan yang spesial. Akhir

Catatan paling awal tentang usaha domestikasi kucing adalah sekitar tahun 4000 SM di Mesir, ketika kucing digunakan untuk menjaga toko bahan pangan dari serangan tikus. Namun, baru-baru ini dalam sebuah makan di Shillourokambos, Siprus, bertahun 7500 SM, ditemukan kerangka kucing yang dikuburkan bersama manusia. Karena tikus bukanlah hewan asli Siprus, hal ini menunjukkan bahwa paling tidak pada saat itu, telah terjadi usaha domestikasi kucing. Kerangka kucing yang ditemukan di Siprus ini mirip dengan spesies kucing liar yang merupakan nenek moyang kucing rumahan saat ini.

Orang Mesir kuno menganggap kucing sebagai penjelmaan dewi Bast, juga dikenal sebagai Bastet atau Thet. Hukuman untuk membunuh kucing adalah mati, dan jika ada kucing yang mati kadang dimumikan seperti halnya manusia.

Di abad pertengahan, kucing sering dianggap berasosiasi dengan penyihir dan sering dibunuh dengan dibakar atau dilempar dari tempat tinggi. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa takhyul seperti inilah yang menyebabkan wabah Black Death menyebar dengan cepat. Black Death diperkirakan merupakan sebuah wabah penyakit pes di Eropa pada abad ke-14. Cepatnya penyebaran wabah ini menyebabkan banyak orang waktu itu percaya bahwa setanlah yang menyebabkan penyakit tersebut. Pernyataan Paus yang menyebutkan bahwa kucing, yang berkeliaran dengan bebas, telah bersekutu dengan setan. Karena pernyataan ini, banyak kucing dibunuh di Eropa pada saat itu. Penurunan jumlah populasi kucing menyebabkan meningkatnya jumlah tikus, hewan pembawa penyakit pes yang sesungguhnya.

Saat ini, orang masih percaya bahwa kucing hitam adalah pembawa sial sementara ada yang percaya bahwa kucing hitam justru membawa keberuntungan. Kucing juga masih diasosiasikan dengan sihir. Kucing hitam sering diasosiasikan dengan Halloween. Penganut wicca dan neopaganisme yang lain mempercayai bahwa kucing sebenarnya baik, mampu berhubungan dengan dunia lain, dan dapat merasakan adanya roh jahat.

Di Asia, kucing termasuk ke dalam salah satu zodiak Vietnam. Namun kucing tidak termasuk ke dalam zodiak Tionghoa. Menurut legenda, ketika Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiak, ia mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya. Bagian cerita ini dikisahkan dalam berbagai versi, tikus lupa untuk mengundang kucing, tikus menipu kucing mengenai hari pesta, dan berbagai variasi lainnya. Pada akhirnya kucing tidak hadir dalam pesta itu, tidak terpilih menjadi hewan zodiak, sehingga memiliki dendam kesumat pada tikus.

Kucing

Kucing, Felis silvestris-catus, adalah sejenis karnivora kecil dari keluarga Felidae yang sudah dijinakkan selama ribuan tahun. Kata "kucing" biasanya merujuk kepada "kucing" yang dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada "kucing raksasa" seperti singa, harimau, macan dan sebagainya.

Kucing telah berasosiasi dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 3.500 tahun yang lalu, ketika orang Mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari hasil panen mereka. Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Kucing yang garis keturunannya dicatat secara resmi disebut sebagai kucing ras atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia. Sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing liar atau kucing kampung.

 

Jenis-jenis kucing peliharaan

Ras

Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia amat banyak. Setiap ras memiliki ciri khusus, tapi karena sering terjadinya kawin silang antar ras, banyak kucing yang hanya dikelompokkan dalam jenis bulu panjang dan bulu pendek, tergantung jenis rambut penutup tubuhnya.

Ada banyak macam ras kucing, beberapa diantaranya :

· - Mank -

Sebagian orang menyebutnya Rumpy. Ekornya pendek, Warna bulunya cokelat dan lavender. Sifatnya setia, ramah dan pintar.

· - Maine Coon -

Asalnya dari Maine, AS. Keturunan Angora dan American Shorhair. Sifatnya lucu, pemalu tapi mau, dan mudah akrab. Bulunya tipis, lembut, dan warnanya beragam.

· - British Shorthair -

Dari namanya pastilah tertebak asalnya yaitu Inggris. Kucing ini kalem, lembut, hangat, dan pintar. Warna bulunya ada yang polos (putih,hitam,biru,merah dan krem), dwiwarna, hitam pekat, belang.

· - Burmese -

Menurut info kucing ini dikembangkan Dr. Thompson (AS) dari kucing ratu wong mau (Burma) dan siamese. Warna cokelat musang, warna lainnya biru, champagne, lifa, merah, cokelat, dan biru kura-kura.

· - Chinchilla longhair -

Inilah kucing persia paling anggun. Nenek moyangnya saja dari Inggris. Dibagi kembali dua macam Chinchilla yaitu chinchilla warna cerah (sejati) dan yang agak gelap (perak gradasi).

Macam warna

Kucing memiliki banyak warna dan macam pola. Ciri fisik ini tidak bergantung pada rasnya. Kucing rumahan dikelompokkan ke dalam jenis berikut berdasar penampakan fisiknya :

  • bulu pendek
  • bulu panjang
  • oriental (bukan ras khusus, semua kucing yang bertubuh langsing, mata berbentuk almond, daun telinga lebar, dan rambut tubuh halus yang pendek)

Gen yang mengatur warna dan pola pada bulu kucing menentukan penampilan fisik dari kucing yang membedakan mereka ke dalam:

Telon atau Calico

putih dengan sedikit bercak warna hitam atau oranye (atau biru atau krem). Orang Jepang sering menyebut pola ini sebagai mi-ke. Karena gen warna bulu bertaut dengan kelamin, kucing Calico yang beraneka warna ini umumnya betina.

Tortoiseshell

hitam dengan warna oranye dan putih tersebar di seluruh tubuhnya. Kucing yang memiliki warna hitam, oranye terang, dan oranye gelap disebut sebagai Calimanco atau Clouded Tiger.

Tabby

bergaris dengan bermacam pola. Pola klasik pada kucing ini berbentuk bulatan-bulatan atau lingkaran. Tabby jenis mackerel mempunyai tiga garis yang tampak di samping tubuhnya, membuat kucing ini seperti ikan mackerel.

Maltese

nama lama dari kucing biru (abu-abu).

Bicolor (dua warna)

disebut juga Tuxedo cat atau Jellicle cat karena memiliki bulu berwarna hitam dengan sedikit warna putih pada bagian kaki, perut, dada, dan mungkin pula di bagian wajah.

 

 

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

 

 

Posted by mbul at 23:57:07 | Permanent Link | Comments (0) |

Sabtu 17 Maret 2007

Data Goa di Sulawesi Selatan

Temen-temen aku punya data Goa di Sulawesi Selatan, dikirimin dari teman KORPALA di Unhas, siapa tau teman-teman berminat datang ke sana..... Bagus banget.......... ada beberapa goa yang telah saya datangin   beserta teman-teman MAPFLOFA dalam rangka Expedisi Goa Sulawesi Selatan pada bulan Agustus 2006.

DATA GUA SULAWESI SELATAN

Gua Vertikal

1.     Lubang Leang Pute

Lebar Mulut Gua                      : 50 - 80 m

Kedalaman Gua                        : 200 – 270 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Long Pitch), Teras

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                       : Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi             : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar - Maros (Rp 3.000-/orang),                                                     Maros - Nahung (Rp 4.000-/orang)

Jalur medis terdekat                 : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba

 

2.     Lubang Dinosaurus

Lebar Mulut Gua                      : 80-100 m

Kedalaman Gua                        : 150 – 180 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Multi Pitch), Teras

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Dusun Pattiro, Desa Labuaja, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                                                                       Maros-Nahung (Rp 4.000-/orang)

Jalur medis terdekat                :  Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba

 

3.     Lubang K20

Lebar Mulut Gua                      : 2 - 5 m

Kedalaman Gua                        : 130 – 160 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Multi Pitch), Teras

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Kappang, Km.57, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                   Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang)

Jalur medis terdekat                :  Puskesmas Bantimurung

       Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar MAROS


4.     Lubang Tomanangna

Lebar Mulut Gua                      : 30 - 50 m

Kedalaman Gua                        : 190 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (long Pitch)

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Dusun Langko,Kappang, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                                                                                Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang)

Jalur medis terdekat                 : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar MAROS

 

5.     Lubang Kapa-kapasa

Lebar Mulut Gua                      : 10 - 15 m

Kedalaman Gua                        : 210 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Multi Pitch),

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Dusun Kapa-kapasa, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                   Maros-Kappang (Rp 3.500-/orang)

Jalur medis terdekat               : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                         : Bakosurtanal, Lembar 2011-32, Camba

 

6.     Lubang Lantang Huu

Lebar Mulut Gua                      : 5 - 8 m

Kedalaman Gua                        : 50 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Long Pitch)

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Leang Rakko, Kabupaten Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                                                                                Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang)

Jalur medis terdekat                 : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar MAROS

 

7.     Lubang Baba’

Lebar Mulut Gua                      : 2 - 3 m

Kedalaman Gua                        : 40 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Long Pitch)

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Desa Pangia, Kec. Simbang, Kab. Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                    Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang)

Jalur medis terdekat                 : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar MAROS

 

8.     Gua Padaelok

Lebar Mulut Gua                      : 5 - 10 m

Kedalaman Gua                        : 54 m

Kondisi Gua                             : Vertikal (Long Pitch + Slab 200), Teras

Jenis Batuan                             : Batu Gamping

Lokasi                                      : Desa Pangia, Kec.Simbang, Kab.Maros.

Cara pencapaian lokasi           : Menggunakan kendaraan umum jurusan Makassar-Maros (Rp 3.000-/orang),                                                   Maros-Pangia (Rp 3.000-/orang)

Jalur medis terdekat                 : Puskesmas Bantimurung

Peta Topografi                          : Bakosurtanal, Lembar MAROS

 

B.     Gua Horisontal

 

1.     Gua Patta

Jenis Gua                     :  Horizontal (Slab ±300)

Kondisi Gua                 :  Berair

Panjang Total Gua        :  ± 950 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Leang Rakko, Desa Pangia, Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Leang Rakko, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Sumber Air                   :  Dalam Gua

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

 

2.     Gua Sammani

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering

Panjang Total Gua        :  ± 400 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Leang Rakko, Desa Pangia, Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Leang Rakko, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                           Maros).

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

3.     Gua Suleman

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering-Berlumpur-Berair

Panjang Total Gua        :  ± 850 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Pattunuang Asue (Rp. 5.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Bislab, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan                   ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros).

Sumber Air                  :  Sungai Pattunnuang

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

4.     Gua Saripa

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering-Berlumpur-Berair

Panjang Total Gua        :  ± 1200 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Ta’deang, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan                   ke Kesbang Maros dan Kapolres Maros).

Sumber Air                  :  Sungai Pattunnuang

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

5.     Gua Hamid

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering

Panjang Total Gua        :  ± 500 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Ta’deang, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Sumber Air                  :  Sungai Pattunnuang

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

6.     Gua Anjing

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Berlumpur-Berair

Panjang Total Gua        :  ± 400 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Ta’deang, Desa Samanggi Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Ta’deang (Rp. 5.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Bislab, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Sumber Air                  :  Sungai Pattunnuang

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

7.     Gua Saloaja

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Berair

Panjang Total Gua        :  ± 800 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Pattunuang, Desa Samanggi Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Pattunuang (Rp. 5.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Bislab, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Sumber Air                  :  Sungai Pattunnuang

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

8. Gua Kharisma

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering

Panjang Total Gua        :  ± 330 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Dusun Kappang, Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Kappang (Rp. 6.500-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3,5 jam.

Base Camp                  :  Kappang, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Sumber Air                  :  Mata Air, Km. 58

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

9.  Gua Saleh

Jenis Gua                     :  Horisontal

Kondisi Gua                 :  Kering

Panjang Total Gua        :  ± 300 meter

Jenis Batuan                 :  Gamping

Letak Administratif       :  Desa Pangia, Kec. Simbang

Peta Topografi             : Bakosurtanal, Lembar 2010-63, Maros

Transportasi                 :  Makassar-Pangia (Rp. 6.000-/orang)

Waktu tempuh             :  ± 3 jam.

Base Camp                  :  Leang Rakko, Maros

Perizinan                      :  Kesbang Provinsi Sul-Sel, Polda Sul-Sel (tembusan ke Kesbang Maros dan Kapolres                                             Maros).

Jalur medis terdekat     :  Puskesmas Bantimurung

Adat istiadat                 :  Semua yang dilarang oleh agama

 

10    Gua Pamelakang Tedong  (Tempat Pembuangan Kerbau)

             Panjang Total                  :  151,11 meter

             Jenis Batuan                    :  Gamping

             Kondisi Gua                    :  Berair.

             Ketinggian                       :  ± 25 m dpl

             Letak Administratif          :  Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kec. Perwakilan Minasatene.Kabupaten Pangkep

             Jalur Medis Terdekat      : Puskesmas Setempat

 

 

            

  1. Gua Katalangang Erea I (Gua Yang Tegelam)

             Panjang Total                  :  188,01 meter

             Jenis Batuan                    :  Gamping

             Kondisi Gua                    :  Berair.

             Letak Administratif          :  Dusun Bellae, Desa Biraeng, Kec. Perwakilan Minasatene.Kabupaten Pangkep.

             Akses ke Lokasi             :  Berada pada tebing yang berjarak ± 1,5 km dari jalan raya.

        12. Gua Loko Tojolo (Gua Orang-orang Dulu)

                                                        Letak Administratif            : Dusun Buntu Kayan, Desa Sumilan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

                                                        Kwasan Karst                   :  Enrekang

                                                        Gunung Terdekat               :  Buttu Kayan

                                                     Akses ke Lokasi                : Dari Sudu ke Cece (dgn kendaraan) menuju ke    Sumilan.  Dari Desa Sumilan menuju Buttu Kayan (jalan kaki).

Gua horizontal (panjang)     :                 meter

Gua vertikal (dalam)           :                 meter

Bahaya Penelusuran Gua    : Licin                    

13. Gua Rabun  (Gua Kematian)

Letak Administratif            :  Dusun Tangsa, Desa Benteng Alla, Kecamatan     Alla, Kabupaten Enrekang.

            Kawasan Karst                  :    Enrekang

            Gunung Terdekat                :    Buttu Alla

            Akses ke Lokasi                 :    Dari Sudu ke Desa Tangsa (dgn kendaraan) menuju ke lokasi gua (Benteng Alla).

            Derajat kesulitan                 :    Sedang

            Pencaharian rakyat             :  Petani, Pedagang dijadikan sebagai kuburan Termasuk gua kering.

             Sedimen Gua                    : Tanah

             Kerusakan gua yaitu           : Pembakaran. 

 

Posted by mbul at 23:48:32 | Permanent Link | Comments (5) |

Selasa 13 Maret 2007

Fauna

Kupu-kupu ku

Kupu-kupu dan ngengat merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap).

Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif di waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif di waktu malam (nocturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).

Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya. Di Jawa dan Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999).

Posted by mbul at 23:15:06 | Permanent Link | Comments (0) |

Petualangan

Goa-goa Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan terletak pada koordinat 0012’-80 LS, 116048’-122036’ BT. Sulawesi Selatan adalah Daerah Tingkat I, yang berstatus provinsi di Indonesia, dengan ibukota: Makassar (Ujung pandang), serta memiliki luas 62.482,54 km2 dan jumlah penduduk 8.233.375 (2003) memiliki 20 kabupaten, 3 kota, 285 kecamatan dan 664 kelurahan serta terdiri dari Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja, dan Suku Mandar

Walau bukan pulau terbesar di Indonesia, Sulawesi adalah campuran yang sangat sempurna dari dua benua besar, Asia (termasuk Kalimantan) dan Australia (termasuk Papua). Banyak jenis flora maupun fauna di Sulawesi yang bila ditelusuri asal usulnya merujik kepada dua benua tersebut. Karena telah terisolir dari daratan yang besar selama berjuta-juta tahun, Sulawesi merupakan tempat istimewa yang dapat menunjukkan adanya evolusi bermacam jenis flora-fauna yang tidak ditemukan di tempat lain.

Walaupun Kalimantan dan Sulawesi tidak dipisahkan secara tegas oleh pembatas yang jelas, jenis burung dan mamalia di kedua pulau ini berbeda. Sulawesi adalah daerah dengan endemis mamalia tertinggi di Asia dan merupakan komponen utama keanekaragaman hayati Wallace sebagaimana diakui oleh Badan Konservasi International. Keanekaragaman ini dapat dilihat di Suaka Alam Tangkoko Batuangus, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (dahulu dikenal dengan nama Dumoga Bone) dan Taman Lore Lindu.

Dari 127 jenis mamalia yang ditemukan di pulau ini, 79 diantaranya tidak ditemukan di tempat lainnya di dunia. Ada 19 jenis yang termasuk hewan langka, seperti Babirusa, sejenis babi bertaring yang mencuat ke atas dan menembus tengkoraknya; Anoa sejenis kerbau cebol yang kuat; Macaque berekor hitam dan Tarsier (tarsius spectrum – primata terkecil di dunia yang dapat memutar kepalanya 180 derajat) dengan panjang tubuhnya hanya 10 cm.

Ular juga banyak ditemukan di Lore Lindu, secara keseluruhan sampai kini terdapat lebih kurang 68 spesies, termasuk ular terbesar di dunia:phyton. Ular yang dikenal sebagai pemangsa manusia ini pernah ditemukan di Sulawesi dengan panjang 30 kaki (lebih kurang . Habitat Phyton tersebar merata hampir diseluruh Asia Tenggara, namun yang terbesar yang pernah tercatat – 30 kaki atau sekitar 9 meter dari kepala ke ekor, ditemukan di Sulawesi.

Dari 227 jenis burung, 77 diantaranya hanya ditemukan di Sulawesi. Di antaranya adalah si unik Maleo yang terancam kepunahan. Burung ini mengubur telur yang beratnya 250 gram di pasir panas dekat sumber panas bumi dan mengeramnya di tanah yang hangat oleh sinar matahari, sumber air panas atau urat vulkanis. Contoh lain adalah burung Hornbill (R. Cassidix) berwarna merah cerah yang konon dapat memberi tanda akan turun hujan. Ada lagi Allo raksasa dengan ukuran bentangan sayap lima kaki (1.5 meter) dan mempunyai kebiasaan membuat sarang yang aneh – Allo jantan membantu Allo betina membuat dinding lumpur dalam rangka pendekatan di sebuah lubang pohon, membuat celah kecil dimana ia bisa memberi makan. Pada masa ini, Allo betina tak dapat keluar hingga musim pembuatan sarang berakhir. Suara Allo seperti tawa terbahak yang sangat keras dan kejam sehingga mampu menciptakan suasana yang mencekam.

Perbedaan botani di Sulawesi tidak terlihat begitu jelas. Flona yang dimilikinya mirip dengan tempat lainnya di kepulauan tersebut. Pepohonan yang banyak ditemukan di daerah hutan bawah pegunungan pada eko region ini adalah Oak dan Berangan. Jika kita mendaki tempat yang lebih tinggi maka akan banyak ditemukan pohon Cemara. Puncak tertinggi mempunyai hutan sub-alpine dengan pohon-pohon yang kecil dan cabangnya tertutup oleh kerakap. Semak, dedaunan penuh warna dan rumput menyelimuti tanah pada tempat yang lebih tinggi. Beberapa kayu dengan kualitas tinggi dapat ditemukan di sini, seperti eboni, kayu besi, linggua, gopasa, nantu, meranti dan sebagainya. Rotan dan beraneka warna anggrek, sebagaimana beraneka ragam palem liar dan jenis tumbuhan lain, tumbuh dengan subur.

Sulawesiadalah rumah daerah hutan hujan yang tak terhingga jumlahnya, danau yang indah dan 11 gunung api aktif yang mengagumkan. Danau volkaniknya menyediakan air yang terisolir untuk ekologi sekitarnya. Ia juga mempunyai keunikan jenis flora dan fauna tersendiri. Beberapa gua yang luas dapat ditemukan di pulau ini. Goa-goa ini merupakan tempat hidup beberapa jenis fauna seperti udang buta, jangkrik berantena panjang, laba-laba raksasa, kelelawar dan burung wallet, gua yang terdapat di sana antara lain Gua LeangPattae. Obyek: Cap telapak tangan dan lukisan babi di dinding gua, Lukisan purbakala untuk kontak magis. Yaitu :Lukisan babi untuk menambah hasil dalam setiap berburu. Ditemukan mata anak panah di jantung lukisan babi.Cap tangan adalah simbol menolak bala. Cap tangan di dinding jari-jarinya tidak lengkap sebagai simbol berkabung.Dibuat pada masa berburu dan meramu (5000 th yll). Gua Cacondo, Uleleba, Balisao Obyek temuan :·Alat batu, gerabah, sisa tulang manusia dan hewan, Suku Toala masih tinggal di hutan dan gua-gua. Penilitian ini dilakukan oleh Paul dan Frits Sarasin tahun 1902-1903. Mereka perintis penelitian di gua-gua. Gua Pattakare ILokasi: Taman Purbakala Maros Obyek temuan:· Beberapa lukisan cap tangan berwarna merah· Lukisan babirusa sedang melompat, pada bagian jantung terdapat gambar mata panah. Ditemukan oleh GHM Heekeren tahun 1950

Walaupun hutan di Sulawesi sampai saat ini masih tetap terjaga, penebangan hutan meningkat secara tajam. Sebagai tambahan, kebiasaan penduduk membakar hutan dengan tujuan membersihkan lahan untuk bercocok tanam memperparah keadaan. Lebih dari setengah ekoregion hutan asli telah dibuka, karenanya sedikit sekali lahan tersisa. Pertanian, sistem pengairan, penambangan dan pembakaran hutan, merupakan ancaman terhadap kelestarian hutan. Pembakaran berulang menyebabkan adanya lapangan rumput di beberapa tempat dan berkembangnya savanna dengan pohon tahan api di tempat lainnya.

Kekayaan kehidupan liar yang benar-benar mengagumkan di Sulawesi juga terancam habitatnya dengan adanya pertanian, perburuan dan yang saat ini sedang menjadi trend adalah perkembangan tambang emas. Penambang menggunakan merkuri untuk membersihkan emas dan membuang limbah tersebut ke aliran sungai dan sungai sembarangan sehingga mencemari air yang digunakan oleh manusia dan hewan. Tidak adanya tanda-tanda untuk mengurangi pencemaran dari pihak penambang akan memperparah tingkat keracunan merkuri pada makhluk hidup.

Posted by mbul at 21:40:48 | Permanent Link | Comments (2) |